9/12/2009

Pemeriksaan Antenatal Ibu Hamil

SETIAP saat kehamilan dapat berkembang menjadi masalah atau mengalami penyulit/komplikasi. Karena itu diperlukan pemantauan kesehatan ibu hamil.Pemantauan kehamilan dikenal dengan program pemeriksaan Anternatal (Anternatal Care/ANC). Pemeriksaan ini meliputi perubahan fisik normal yang dialami ibu serta tumbuh kembang janin. Juga mendeteksi dan menatalaksana setiap kondisi yang tidak normal.
Menurut dr Nora L Sondakh MA, ada beberapa hal pemeriksaan ibu hamil secara keseluruhan. Pertama, memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu dan tumbuh kembang janin. Kedua, meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik, mental, dan sosial ibu. Ketiga, mengenali dan mengurangi secara dini adanya penyulit atau komplikasi yang mungkin terjadi selama hamil, termasuk riwayat penyakit secara umum, kebidanan dan pembedahan.
Keempat, mempersiapkan persalinan cukup bulan dan persalinan yang aman dengan trauma seminimal mungkin. Kelima, mempersiapkan ibu agar masa nifas berjalan normal dan mempersiapkan ibu agar dapat memberikan air susu ibu (ASI) secara eksklusif. Keenam, mempersiapkan peran ibu dan keluarga dalam menerima kelahiran janin agar dapat tumbuh kembang secara normal. Ketujuh, mengurangi bayi lahir prematur, kelahiran mati dan kematian neonatal, sedangkan yang terakhir mempersiapkan kesehatan yang optimal bagi janin.
Pemeriksaan kehamilan sebaiknya dilakukan sedini mungkin segera setelah seorang wanita merasa dirinya hamil. Dalam pemeriksaan antenatal selain kuantitas (jumlah kunjungan), juga diperhatikan pula kualitas pemeriksaannya.
Kebijakan program pelayanan antenatal menetapkan frekuensi kunjungan ibu untuk pemeriksaan sebaiknya dilakukan paling sedikit 4 (empat) kali selama kehamilan, dengan ketentuan waktu sebagai berikut: Minimal 1(satu) kali pada trimester pertama dan kedua, Sedangkan pada trimester ketiga minimal 2 (dua) kali.
Apabila terdapat kelainan atau penyulit kehamilan seperti mual, muntah, keracunan kehamilan, perdarahan, kelainan letak janin, dan lain-lain maka frekuensi pemeriksaan antenatal disesuaikan dengan kebutuhan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

my facebook

facebook facebook facebook

blog arcive

 

Copyright © 2008 by ilmu bidan

Template by izalee | bloger gembologeni